Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lagenda Mistis Gunung Kawi Yang Belum Anda Ketahui

 Lagenda Mistis Gunung Kawi


Mitos Pesugihan Gunung Kawi, Menunggu Daun yang Jatuh untuk Cepat Kaya
searchPerbesar
Gunung Kawi. Foto: antvklik.com
Gunung Kawi namanya saja tidak asing di mata orang Indonesia apalagi banyak cerita Mistis yang beredar tentunya menambah kesan angker didalamnya akan tetapi dibalik kesan seram adapula keindahan yang tersuguhkan dimata Parawisata Alam.

Gunung Kawi yang terletak di Desa Wonosari, Malang Jawa Timur dikabarkan menjadi tempat favorit tujuan pesugihan. Mitos yang beredar jika melakukan pesugihan di gunung tersebut maka si pemuja akan mendapat keuntungan berupa harta yang berlimpah.
Konon katanya harus ada ritual yang dilalui untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Alih-alih cepat kaya dengan cara instan eh si pemuja diharuskan mengikuti syarat.
Jadi, menurut kabar yang beredar ritual pesugihan Gunung Kawi harus dilakukan pada hari baik (bukan hanya pernikahan aja). Jika ingin mendapatkan kekayaan secara mendadak seseorang harus melakukan ritual pesugihan pada hari Jumat Legi.
Tanggal 1 dan 2 di bulan Suro biasanya menjadi langganan para pendatang, kedua hari tersebut dipilih karena bersamaan dengan memperingati wafatnya Eyang Juga dan Eyang Sujo.
Kedua eyang tersebut adalah pembantu Pangeran Diponegoro. Mitosnya, di hari inilah keluarnya khodam (jin) pesugihan di Gunung Kawi.
Sebelum tapa brata (bertapa dengan khusyuk), peziarah tersebut diwajibkan melakukan mandi suci yang dipimpin langsung oleh guru kunci.
Ketika melakukan ritual ini si pemuja harus melakukan kontrak mati atau perjanjian dengan penguasa gaib Gunung Kawi. Nah tumbalnya bukan main-main, setidaknya si pemuja harus memberikan tumbal nyawa setiap tahunnya.
Mitos Pesugihan Gunung Kawi, Menunggu Daun yang Jatuh untuk Cepat Kaya (1)
searchPerbesar
Ilustrasi hantu Foto: pixabay

Lalu apa hubungannya dengan daun yang jatuh?

Tata cara berikutnya, selepas mandi pelaku pesugihan harus duduk bersila di atas selembar daun pisang. Ia tidak boleh makan, minum, dan tidur selama 3 hari. Mereka juga harus melakukan semua kegiatan di atas daun pisang tersebut.
Tapa brata dihentikan saat selembar daun dari Pohon Dewandaru gugur dengan sendirinya, dan yang terpenting daun tersebut harus jatuh tepat di tubuh si pelaku.
Kalau sudah begitu artinya sang penguasa ghaib yang menunggu pohon dewandaru telah menyetujui untuk memberikan kekayaan kepada si pemuja. Selamat Anda berhasil.

Konon, setelah satu tahun, pemilik pesugihan biasanya akan mulai mengalami peningkatan dalam ekonomi. Ketika itulah ia harus menyerahkan tumbal seorang manusia yang masih memiliki hubungan darah dan sepersusuan dengannya. Ia harus menunjuknya dan merelakan kepergian saudaranya itu untuk dijadikan pesuruh di kerajaan gaib Gunung Kawi. Seseorang yang menjadi tumbal biasanya akan meninggal secara mendadak tanpa diduga-duga.

Sumber : https://kumparan.com/pesugihan/mitos-pesugihan-gunung-kawi-menunggu-daun-yang-jatuh-untuk-cepat-kaya-1sutOVlckHl