Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Covid-19 di Indonesia Makin Parah , Simak Beritanya

Covid-19 di Indonesia kian hari makin Naik Persentasenya Sehingga Pemerintah semakin memperketat baik memberlakukan Pembatasan Kegiatan & Melarang Kegiatan Mobilisasi baik Pesta maupun Keramaian lainnya.

Tercatat menurut laman Facebook Kementerian Kesehatan Senin 05 Juli 2021 ada kenaikan Pasien Positif sebanyak 29.745 orang dari Total  Jumlah 2.313.892 lalu Pasien Sembuh 14.416 dan Pasien Yang Meninggal Naik 558 Orang.




Menkes Minta Konversi Tempat Tidur RS Jawa-Bali Ditingkatkan


Jakarta, 5 Juli 2021


Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan perlu mempercepat konversi tempat tidur di rumah sakit. Ia meminta pemerintah daerah di Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali meningkatkan konversi tempat tidur untuk merespons lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19.


Ada beberapa wilayah yang terjadi outbreak kedua, seperti DKI Jakarta, sudah melakukan konversi yang sangat banyak, lebih dari 50% sudah untuk pasien COVID-19. Namun masih ada juga provinsi lain seperti Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali masih sedikit konversinya.


“Sehingga kalau kita lihat BOR (Bed Occupancy Rate) nya tinggi itu karena memang tempat tidur yang dialokasikan untuk COVID-19 masih sangat rendah,” kata Menkes. 


Pihaknya akan memonitor segera agar pemerintah provinsi segera meningkatkan konversi tempat tidur di rumah sakit yang masih rendah.


Khusus DKI Jakarta, mengingat tempat tidur di rumah sakit sudah penuh maka pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit adalah pasien-pasien dengan kondisi gejala sedang, saturasi oksigen dibawah 95%, ada sesak dan komorbid.  


“Itu kita pastikan bahwa mereka bisa mendapatkan akses ke rumah sakit,” ucap Menkes.


Bagi pasien dengan gejala berat dan harus di rawat di rumah sakit, pemerintah telah mengkonversi 3 rumah sakit khusus penangan pasien COVID-19, antara lain RS Persahabatan, RS Fatmawati, dan RSPI Sulianti Saroso dengan total kamar sekitar 1000 tempat tidur. 


Sedangkan bagi pasien yang tidak harus dirawat di rumah sakit adalah pasien dengan kriteria saturasi oksigen di atas 95%, tidak ada sesak, dan tidak ada komorbid.  Menkes mengimbau pasien dengan kriteria tersebut untuk tidak dirawat di rumah sakit, sebab akan menghalangi orang-orang yang harusnya bisa dirawat di rumah sakit. 


Bagi pasien konfirmasi positif COVID-19 yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah, Kemenkes telah menyediakan 8 ribu kamar di Wisma Atlet dan membuka tempat isolasi kedua dan ketiga yaitu Rusun Nagrak 3 ribu kamar, dan Rusun Pasar Rumput 4 ribu kamar.


“Jadi kita sudah menambah 7 ribu kamar untuk menampung orang yang memang positif tapi gejalanya ringan atau OTG dan tidak bisa isolasi mandiri di rumah,” tutur Menkes.


Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2)


Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat


drg. Widyawati, MKM


sumber: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210705/2138038/menkes-minta-konversi-tempat-tidur-rs-jawa-bali-ditingkatkan/